News  

Namatin pasar HP 2 jutaan… Unboxing TECNO POVA 5 & 5 PRO Indonesia!

Namatin pasar HP 2 jutaan... Unboxing TECNO POVA 5 & 5 PRO Indonesia!
Namatin pasar HP 2 jutaan... Unboxing TECNO POVA 5 & 5 PRO Indonesia!
Namatin pasar HP 2 jutaan... Unboxing TECNO POVA 5 & 5 PRO Indonesia!
Namatin pasar HP 2 jutaan… Unboxing TECNO POVA 5 & 5 PRO Indonesia!

Halo guys, David disini dan kita udah kedatangan dua HP mantap nih Tecno Pova 5 dan 5 Pro. Udah jelas ini penerus dari Pova 4 dan 4 Pro ya. Ini duet HP yang bener-bener hits, viewnya aja sampai 5 juta lebih. Banjir peminat gara-gara speknya nggak ada lawan di masanya terlalu bagus lah. HP-nya menang mudah direkomendasi tahunan, saya udah sering diceritain juga kalau barangnya ludes mulu. Nah, sekarang ceritanya udah beda nih. Seri Pova 4 udah turun tahta ya, udah digeser saudara sendiri udah digeser saudaranya sendiri si Kingfinix Note 30 yang fiturnya terlalu gila buat harga 2 sampai 3 juta. Makanya, lewat Pova 5 yang ini sama 5 Pro yang ini mereka coba ngelawan balik ya. Jatuhnya kayak perang saudara sih, sama-sama dari Transsion tapi saling sikat. Tecno bisa menang atau nggak atau Kingfinix tetap jadi king kita cobain bareng lah di video ini. Seru nih, jarang-jarang unboxing dua HP sekaligus ya, harus lebih fokus biar videonya tetap rapi sama harus konsisten jaga semangat jugalah. Video bakal panjang, nggak boleh kendor makanya saya udah siapin kopi Kapal Api spesial mix gula aren buat nemenin unboxing-nya. Let’s go, mau 2 HP mau 3 HP kalau ditemenin kopi Kapal Api rasanya jadi enteng semua ya. Semangatnya meluap terus berasa yakin bisa konsisten fokus sampai kelar.

Buat anda yang butuh semangat ekstra juga, buktiin sendiri dah mau dikasih tantangan lebih juga ayo. Abis nikmatin rasa kopi yang jelas lebih enak sih. Paduan kopi khas Kapal Api dan gula aren asli, beh. Buat yang baru mau coba atau udah jadi penikmat setia kopi Kapal Api langsung sikat aja produknya di e-commerce kesayangan anda pakai link di bawah. Sekarang langsung kita mulai dari Tecno Pova 5 Pro aja ya. Ini soalnya varian paling tinggi, kalau mau loncat ke Pova 5 biasa karena value-nya emang berasa ini mantap banget. Bisa pakai time stamp aja, saya udah taruh di bawah. Saya lebih penasaran sama yang pro soalnya harga 5 Pro ini tetap sama kayak 4 Pro kemarin, tetap di 2.999, 3 juta. Tapi sekarang chipset-nya udah support 5G, Dimensity 6080 mantul. Nanti kita tes performanya, sekarang kita unboxing dulu. Di sini ada logo Tecno, ada kolaborasi sama Free Fire. Saya sama sekali nggak tahu ini siapa yang pasti ini abang yang ganteng lah gitu ya. Pova 5 Pro 5G dan di sini ada yang sangat menarik.

Dari desain belakangnya ada garis-garis putih itu. Ini bukan sekedar strip putih kayak orang mau ngecat dikasih tape, tapi katanya ada lampu-lampuan berasa Nothing Phone. Nanti kita juga cobain siap. Ini kiri nggak ada apa-apa, di kanan ada Pova 5 Pro 5G. Atas Tecno dan dibawah ada variannya. Ini varian warna Silver Fantasy 256 GB memori, maksudnya RAM-nya 8 GB, garansinya 12 + 1 bulan ya. Jadi 1 tahun + 1 bulan, sekarang kita coba lihat saja. Kemarin yang Tecno Pova 4 Pro ini ya desainnya lumayan memecah belah selera orang ya. Karena ini gaming banget ada yang suka, ada yang nggak kalau ini mungkin mau niru-niru Nothing Phone gitu. Entah anda suka atau nggak juga nanti kita coba lihat lebih detail lagi. Ada 5 5G Pro Pova 5 Pro, 5000 mAh baterainya. Ini termasuk nurun dari Pova 4 Pro kemarin. Kalau yang Pova 4 Pro dia 6000 mAh, ini 5000 mAh. Tapi ngecasnya dia lebih kencang 45 banding sekarang 68. Apakah naik 20 Watt itu pengaruh atau nggak, kayaknya nggak terlalu ya soalnya 45 aja udah kenceng. Ini memorinya 256 GB RAM-nya 8 GB. Layarnya 6,78 inci Full HD+ refresh rate 120hz ini naik dari 90hz yang kemarin.

Tapi layar yang kemarin dia AMOLED sekarang IPS, jadi ada yang naik ada yang turun. Ini kamera 50 MP sama. Sementara buat chipset-nya ini upgrade yang jelas dari Non 5G jadi 5G, itu yang benar-benar dijual si Pova 5 ya. Ada angka 5-nya mungkin, jadi mau nggak mau harus ada lima, 5G ya. Oh ya, sebelum kita buka kita lihat dalamnya dulu. Dapet casing booyah-booyah, terus ini ada samurai ya si orang ini pakai katana gitu ada anjingnya juga. Hayatoyagami namanya, ini entah siapanya Light Yagami gitu. Ada Pova, ada Battle style. Gua nggak ngikutin Free Fire sih, jadi kurang bisa mengapresiasi beginian ya. Tapi yang suka sama Free Fire pasti senang dapat stiker-stiker begituan. Tecno 12 + 1, terus ada service center, ada kabel type A to type C dan ini ada 68 kayak M kebalik lagi-lagi entah kenapa ya kayak gini. Kayak lebih cocok huruf N gitu daripada huruf W. Jadi, ya itu soal font-font aja agak sedikit apa menggelitik atau apa toel-toel jiwa tipografi. *Tertawa* Kalau gini kayak oklet, kayak 89 gitu. Oke bener juga, kalau dibalik kayak lebih cocok gitu.

Ini ada apa ini? Free Fire, for freedom. Ada gift codenya, kasih orang boleh ya. Gesek-gesek. Oke, ini editor zoom aja silahkan zoom pelan-pelan silahkan siapa yang cepat dia yang dapat. Oke kayak gini settt atau nggak usah di zoom biar orang ngelihat ya nggak usah di zoom deh sip. Sekarang kita buka saja, ini sudah kelihatan chromatic-chromatic. Ya bukan chromatic sih ini udah krom-krom gitu, pantulannya coy keras. Ini eh belakangnya dari polikarbonat sih ini bukan kaca, depannya aja uh ini baru kaca. Kalau framenya sih, uhm finishing-nya tidak terlalu mulus ya. Nggak kelihatan mahal-mahal banget walaupun ini udah kayak chrome-chrome metal-metal gitu. Tapi kalau dilihat langsung nggak berasa mahalnya sih. Beda sama kayak Oppo atau kayak apa ya? Kayak Xiaomi juga sih yang 3 juta-4 juta gitu lebih bagus jelas daripada ini, kalau ini kelihatan kurang okelah. Jadi ceritanya di garis-garis ini ada lampunya ya kalau kita lihat dari kotaknya yang bakal muncul kalau kita ngecas atau ada notif. Terus di sini ada bulat-bulat gini berasa warna charging gitu, padahal yang nggak punya wireless charging itu selalu yang saya lihat di HP-HP bentuknya buletan gini ya, nggak ada yang bentuknya kayak sirkuit Mario Kart yang paling gampang gitu bentuknya oval doang. Ini suka nggak suka, lu suka nggak desain beginian? Uhmm gini aja, suka mana biru atau yang ini? Oh oke Berarti langsung ya nggak usah mikir, ya saya juga lebih suka ini kayak lebih minimalis futuristik gitu kali ya.

Di sini ada tulisan Tecno Pova dan ada kamera 50 MP plus kamera 0,02 MP. Ada ya kamera separah itu, nah padahal tinggal sebut kamera Depth aja udah cukup sih. 0,02 MP kayak lebih malu-maluin gitu. Terus di sini ada lampu flash LED ya gitu aja. Di sini ada tombol power, sidik jari, ada volume tipis ya. Ini tombolnya kayak tipis gitu tapi ya tekannya masih enak. Di sini ada speaker nggak ada mikrofon, sini ada SIM tray. SIM tray-nya dia Hybrid ya ini khusus nano SIM, eh double-double. Jadi ini ada dua Nano SIM, ini buat micro SD mantap jadi ini triple slot. Di bawahnya ada speaker, ada port type C, ada microphone, dan headphone Jack. Ini HP-nya berasa lumayan tebel sih karena dia kotak terus dimensinya juga nggak ada lengkungan yang nggak ada lengkungan-lengkungannya gitu. Ini berasa lumayan tebal tapi nggak berat-berat banget karena dia kebanyakan plastik. Sip, jadi ini adalah penampilan paling awal dari Tecno Pova 5 Pro. Bezelnya lumayan tebal di kanan kiri atas. Nggak berlebihan tapi ini nggak tipis-tipis banget juga, dagu juga ada ketebalannya. yang kamera depan udah nggak pakai poni lagi tapi udah tompel, jadi gini upgrade dibanding POVA 4 Pro.

Buat sistem operasinya sendiri dia udah yang baru udah Android 13, bukan 12 lagi kayak yang 4 Pro jadi upgradenya memang berasa, sama di icon-icon ini lucu sih, ini mungkin iconnya Free Fire ya, saya suka lihatnya soalnya ada apa kayak rapi, kayak mainan ada robot-robotan gitu, minimalis lah dibanding icon bawaan TECNO yang biasanya agak bulet-bulet yang warnanya itu ada gradasi-gradasinya, saya jauh lebih suka sama icon yang beginian. Kalau brightnessnya sendiri ya ini terang sih walaupun nggak super terang ya, kalau super terang itu sudah sampai putih gitu tapi ini terangnya standar aja, buat HP mid range ini standar-standar saja. Terus apalagi, kalau dari warna walaupun dia IPS tetap enak dilihat cuma tetap beda lah IPS sama AMOLED, AMOLED ya itemnya benar-benar ya mati itemnya full pekat, tapi IPS itu hitamnya ya masih ada cahaya- cahayanya lah jadi walaupun warnanya enak dilihat tetap beda hitamnya. Sekarang kita cobain lampunya, ini bakal muncul harusnya kalau kita charge ya itu paling basic sih kalau dicharge nggak muncul, rasanya kurang wah aja, soalnya lampu itu kan kalau dicolok hidup. Nah paling gampangnya kayak gitu, notif juga berguna sih tapi kalau ngecharge tuh paling keren soalnya ngecharge biasanya hadap bawah.

Oke, apakah akan muncul seperti nothing phone, widih widih warna orange ya. Ya oke, coba kita setting harusnya ada settingannya. Jadi di sini ada backlight effect kalau kita nggak suka, ini kita tinggal matiin satu tombol doang, dia bakal aktif kalau ada yang nelpon, ada notif, ada kita hidupin HPnya, ada musik, wih ada partynya coy. Jadi kalau kita hidupin musik dia bakal jedag-jedug kayak gini, terus ada games, ada ngecas tadi, ada baterai low sama ada kalau kita balikin HPnya light effect durationnya kita bisa setel juga, ada custom tapi ini cuma kapan dia boleh hidup kapan dia mati. Coba apa ya, musik kali ya, nggak ada atur brightness sih. Coba kita buka spotify. Apakah dia hidup? Oh widih gitu dong mantap, saya udah agak ngeri-ngeri sedap soalnya integrasinya entah bagus atau nggak ya, kurang terang aja sih tapi ini sudah bisa menarik perhatian orang kalau misalnya kita biarin di atas meja ya, ini sudah lumayan kelihatan tapi nggak terang kayak nothing phone. Bagus sih, dia kayak lumayan bisa ikutin tempo musiknya lah walaupun nggak super akurat tapi pas dia nyanyi vokalnya keluar dia lebih terang, kalau nyantai dia lebih redup, bagus nih bagus sih oke.

Lumayan dapat lampu disco kayak gini ya. Oh ya, kenapa saya matiin lampu biar si backlight dari TECNO ini kelihatan lebih jelas ya, saya tadi udah maksimalin volumenya kecilin sama aja, kalau volumenya mati baru dia lampunya mati. Ini harus gelap biar kelihatan jelas karena saya mau tunjukin sekalian kalau dibandingin sama nothing ya, nothing ini memang sudah all in lah buat lampu-lampuan kayak gini sementara TECNO ini aksesoris pendukung aja, kalau nothing mungkin jadi nilai jual utama loh ya, sebagai perbandingan aja. Apakah ini fitur yang penting? Penting sih nggak ya tapi lumayanlah kalau dikasih kayak beginian, nggak ada ruginya kalau kita nggak suka tinggal matiin, kalau suka kita hidupin. Tambahan yang bagus dari TECNO, cuma kayaknya bukan ini yang paling dicari oleh penggemar TECNO NOVA 4 Pro atau penggemar TECNO, yang dicari Itu speknya tentu saja spek-sepekan dia udah yang baru Dimensity 6080 itu simpelnya dia rebranding dari Dimensity 810.

Kalau saya baca-baca kalau dari spek juga lumayan mirip tapi biar nggak kelihatan jadul banget, ya namanya diganti sama sedikit banget bagian yang diganti juga, dinaikin dikit. Kalau dari performanya, ini Dimensity 6080 buat main Genshin setting lowest nggak kerasa beda jauh sama Helio G99 ya, ini dapatnya di 40an FPS aja dan ada beberapa starter juga. Ini kalau kita bandingin sama TECNO NOVA 4 atau 4 Pro yang sama-sama Helio G99, ya mirip sih bahkan kalau kita bandingin sama Infinix Note 30 yang pakai Helio G99 juga, Infinix entah kenapa dia frame ratenya bisa lebih tinggi dari HP-HP lain yang pakai Helio G99, dia bisa dapat 50 sementara dari POVA 5 Pro ini dia dapatnya di 41 FPS. Ini saya langsung tunjukin grafiknya ya grafik catatan kami, biar lebih jelas nggak asal bunyi aja, kenapa saya bisa sedetail itu ngomong FPSnya. Jadi kalau mau diukur dari performa FPSnya aja buat Genshin yang berat ini, justru Helio G99 lebih oke. Oh ya, buat yang penasaran saya pakai software apa buat bandingin data-data gaming gitu, saya pakainya PerfDog ya buat WeTest. Itu software yang bagus banget, saya rekomen banget dari awal pakai sudah nggak bisa lepas, database hasil ngetes bisa disimpan semua ke sini jadi pas ada chipset baru bisa langsung kita bandingin sama data chipset lain yang bisa direkam nggak cuma frame rate doang ya.

Kita bisa ngelihat info startering, pemakaian CPU, temperatur, pemakaian baterai, temperatur baterai, RAM banyak benar-benar mengubah cara kami review performa HP sih. Softwarenya juga bisa dipakai buat ngerekam aplikasi lain yang nggak cuma gaming doang, buat developer atau siapapun yang butuh ngerekam data performa HP, ini software yang penting sih, kalau anda minat linknya sudah saya taruh di bawah, link yang ngasih harga spesial tuh, bisa cek-cek aja. Jadi dengan pakai data barusan saya bisa dengan yakin bilang kalau Dimensity 6080 soal main game nggak lebih bagus dari Helio G99 tapi ini kan udah 5G, Helio G99 nggak ada 5G jadi bisa dibilang ada upgradenya lah, performa sama dapat 5G. Ngga sih, kurang sih ya agak apa ya, kurang nendang aja walaupun stereo speaker. Nggak parah tapi kurang nendang kalau 1-5, ini 2 lah atau 3, 3 itu udah agak baik tiga lah ya okelah. Sekarang kita coba tes-tes kamera, ini kameranya satu aja 50 MP kamera utamanya ini ada TECNO Phantom, terus ini yang HP lipatnya, terus kita coba foto kotak ini, sama saya ada ambil beberapa foto juga buat indoor, di luar, nah pas malam, ini hasil fotonya bagus walaupun warnanya agak kekuningan ya tapi sisanya udah oke. Dynamic range pas di luar bagus, di indoor juga bagus saya suka detailnya cuma pas malam aja kalau kita nggak pakai night mode dia alus banget tapi kalau pakai night mode dia kasar banget agresif banget, ini sebutan saya akhir-akhir ini software insecure ya jadi sekali naikin nggak tanggung-tanggung gitu kayak pengen ya rame aja.

Cuma buat harga 3 juta, udah lumayan oke lah kameranya bukan masalah, performa bukan masalah tapi kok sekarang kurang wah kayak waktu itu ya buat yang pro ini ya, harganya 3 juta tapi infinix juga Note 30 mau harganya 3 juta goib, gua cari di E-commerce tiga setengah semua jadi nggak tahu mau bandingin kayak gimana sih, mau dibandingin sama yang ghoib kan nggak ada gunanya juga ya. Jadi ini ada nilai jualnya sendiri, apakah worth it atau nggak, nggak seworth it waktu itu cuman ini masih ok. Ya soalnya saingannya sama ya trension sih trension emang bikin kacau semua ini kalau dibanding sama Xiaomi, sama realme, ini menang sih. Tapi Trension saling bunuh. Kita sih suka-suka aja ya apalagi sama Pova 5 ini. Ini udah kayak video baru, kita bakal unboxing Pova 5. Selamat datang bagi yang langsung klik timestamp nya, ini mungkin paling menarik dari sisi value ya, harganya 2,3 juta tapi speknya mirip sama Pova 4 dengan upgrade-upgrade yang berasa banget. Kita coba unboxing dulu, di sini nggak ada lampu-lampuan, beda sama seri Pro nya.

Buat yang keskip, syukurin nggak lihat yang main-main lampu tadi. Ini dia biasa aja, dia batrenya tetep 5000mAh, chargignya 45W, mantap. 256GB, ini naik 2x lipat dari Pova 4… harusnya tipe nya nggak di downgrade ya. Kemarin UFS, kalo ini EMMC gawat sih. Naik tapi turunnya… nanti kita coba kok serem. RAM nya 8GB, ini layarnya 6,78 inch udah Full HD, kemarin dia HD aja udah 120hz, kemarin 90hz. Processor sama, kamera juga tetap 50MP. Jadi harga sama, upgradenya banyak. Buat value tadi bisa diperdebatkan, ini agak susah didebat sih dari speknya ya. Kita coba lihat dari bagian dalemnya dulu, yak ini ada oh ada voucher lagi, boleh ini. Syukurin yang nggak ikutan voucher awal tadi, buat yang langsung loncat. Cuman dari packaging nya ini lebih murah ya. Ini plastiknya, plastik es batu. Dia ini 45W, sama ada kabel oke kita gosok voucher lagi. Set-set-set oke silahkan dilihat saja aktifin resolusi 4K kalian, screenshot, langsung zoom, langsung masukin aja. Kalo dari design saya paling suka yang ini, dibandingin Pova 4 atau Pova 5 Pro, kalo 5 Pro rasanya agak menarik perhatian ya, ngeblink-ngeblink in. ini udah kelihatan sidik jari minyak-minyak juga. Agak cepet dekil nih juga harusnya kayak gitu.

Tapi dari warna, dari motifnya nggak terlalu lebay walaupun tetep ada garis-garis ala-ala robot gamer-gamer gitu. Ini saya paling suka yang ini, kalian lebih suka yang ini atau yang ini nih? Silver? Tetep, oke oke sip-sip. Beda selera, ini kamera 50MP, ini 0,02 tadi ini ada LED Flash dan sisanya ini ada power sama fingerprint, tombol volumenya yang ini kepisah, tadi gabung, ini ada speaker, terus ada sim tray dia juga triple slot, sama dari sini speaker, type c, microphone dan headphone jack. Jadi sama kayak si Pova 5 Pro. sepp jadi ini adalahh mirip kayak tadi ya, walpapernya aplikasinya. Ini tampilan awal dari Pova 5 biasa sama kayak yang pro tadi. Gitu sih, nggak ada lampu-lampuan aja, standar infinix. Udah Android 13, dia kameranya saudara-saudara udah tompel nggak poni lagi seperti Pova 4. Jadi banyak banget upgrade yang didapetin dari Pova 5, dari resolusi, dari refresh rate, dari model, dari memory, coba. Memory kalo dia pake IMMC, bubar. Karena gede atau nggak ya, soalnya ada yang menghargai memory gede dan nggak terlalu penting ngebut kayak redmi 12 kemarin banyak ternyata yang mengapresiasi Xiaomi yang memberikan lebih besar walaupun EMMC, jadi selera sih. Kalau wuooh.

Ini sih UFS sih ya ini ya. Kalau IMMC puluhan soalnya, ini 300. Tambah besar 2 x lipat tidak dikurangi speednya, mantap. Kalau dari speaker, sama aja sih nggak ada powernya. 5 atau 6 lah, 5 lah skornya. Kok gitu ya, padahal bodynya tebel loh, kayak gede gitu punya banyak ruang buat masukin speaker yang agak dalem lah. Buat gaming, in pake Helio G99, saya langung tunjukin aja grafiknya pake PerfDog tadi, kalo dibandingin sama Tecno Pova 5 Pro, malah sedikit lebih oke ya daripada Pova 5 Pro, beda 1,7 fps saja saudara-saudara. Jadi performa G99 sama Mediatek 6080 bisa dibilang nggak jauh beda, bedanya di dukungan jaringan saja. Helio G99 tetep bagus banget lah. Makanya waktu itu pas dia keluar di harga 3 juta tau 2, an itu keren, sekarang dia udah turun di 2,3 , 2 kecil udah dapet, dapet memory gede wahh. Ini mantap sih. Justru ini lebih bikin semangat. Sekarang kita coba tes kameranya, ini sama-sama 50MP, kita coba lihat apakah hasilnya sama, saya juga udah ambil beberapa juga barengan sama Pova 5 Pro. kalo kita bandingin Pova 5 Pro lebih bagus, dynamic range lebih dapet.

Bayangannya lebih apa ya, lebih clear lah. Kalo yang biasa dia juga nggak terlalu keluar warnanya, tapi pas low light saya lebih suka yang biasa. Damn. Agak susah sih ini mana yang bagus. Saya lebih suka yang biasa sih kalo low light. Hmm Pova 5, dia kameranya saya lebih suka low ligthtnya, kalo siang nggak sebagus itu, cuman tipis-tipis. Jadi saling ngimbangin ya. Kalo saya ditanya mana yang bikin saya lebih semangat, Kapal Api. *tertawa* Gitu dongg, kalo masuk ke GadgetIn memang… *tertawa* Oke, sampe ini udah sejam soalnya, lumayan masih berapi-api gini. Oke, yang bikin saya lebih hepi si Pova 5 biasa ya karena upgradenya jelas berasa gitu. Dia harganya sama tapi dapet upgadenya banyak banget. Dari full hd, refresh rate, model, memory juga naik, kalo Pova 4 aja udah bagus apalagi Pova 5 nya. Kalo anda ditanya saya lebih milih yang mana, lagi-lagi si Pova 5 biasa daripada yang Pro ya. Pro juga bagus tapi saingannya lebih berat sama saudara-saudaranya yang lain. Kalo ini dibandingin sama yang lain speknya luar biasa sih.

Jadi gitu aja nyobain Tecno Pova 5 Pro dan Pova 5 Regular. Anda lebih seneng yang mana, anda lebih butuh yang mana, anda lebih semangat yang mana. Apakah dia menang lawan infinix? Tadi gua udah bahas kah cara infinix goib jadi susah.. Sudah ya? Mau dibanding sama yang goib itu susah, kayak mau gratis pun kalo nggak ada barangnya percuma, agak sebel juga sebenernya sama stok Infinix 30 Pro, goib banget. Adanya yang dinaikin lah harganya. Pova 5 Pro, oke tapi yang Pova 5 biasa valuenya value king. Note 30 aja biasa aja harus berusaha lawan kayak yang gini, jadi gitu aja unboxingnya, like kalo suka, dislike kalo nggak suka dan kita ketemu lagi di video selanjutnya, yoww. Habis deh.

Tinggalkan Balasan